SUKOHARJO – Praktik perjudian kasino di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, membuat geger. Bareskrim Polri membongkar sebuah lokasi yang diduga digunakan sebagai arena perjudian dengan berbagai permainan, mulai baccarat, niu-niu hingga mesin tembak ikan.
Yang membuat publik semakin miris, lokasi tersebut berada tepat di depan tempat ibadah, yakni Vihara Karunia Maitreya di Jalan Rambutan, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Penggerebekan dilakukan aparat kepolisian pada Agustus 2026. Dalam operasi tersebut, sebanyak 71 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Dari jumlah itu, 30 orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Bareskrim Polri.
Polisi juga menyita uang tunai mencapai Rp1.048.273.000, selain puluhan telepon seluler, komputer, meja baccarat, meja mahjong, meja dadu, mesin tembak ikan, chip poker, kartu hingga mesin pengocok kartu otomatis.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan para tersangka memiliki berbagai peran dalam operasional perjudian, mulai dari kasir, pembagi kartu, penukar chip, operator CCTV hingga teknisi arena.
“Pengungkapan ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan jajaran Polda Maluku, kemudian ditindaklanjuti melalui sinergi bersama Polda Jawa Tengah dan Bareskrim Polri,” kata Wira.
Keberadaan lokasi tersebut ternyata bukan tanpa perhatian warga. Forum Warga Grogol sebelumnya telah melaporkan dugaan aktivitas perjudian itu melalui jejaring DPRD Sukoharjo pada 27 November 2025.
Sekretaris Forum Warga Grogol, Endro Sudarsono, mengatakan warga sempat melakukan investigasi dan meminta bantuan DPRD karena lokasi tersebut berada di depan tempat ibadah.
“Itu di depannya ada tempat ibadah. Karena kita sulit membuktikan, kita meminta bantuan ke DPRD itu,” ujar Endro.
Dalam proses penyelidikan, warga bersama unsur DPRD, kepolisian dan perangkat kecamatan juga sempat mendatangi lokasi. Namun saat itu bangunan dalam kondisi tertutup rapat.
Kini, setelah Bareskrim membongkar praktik perjudian tersebut, polisi masih mendalami siapa pihak yang berada di balik operasional kasino tersebut. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya tersangka baru.












