Operasi pencarian lima jurnalis bersama tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dilakukan. Memasuki hari kelima pencarian, Tim SAR gabungan menemukan sejumlah benda mengambang di sektor pencarian sisi utara Pantai Carita.
Tim yang melakukan penyisiran menggunakan KN SAR Tetuka menemukan dua life jacket berwarna oranye, sebuah helm proyek berwarna merah, serta jeriken berwarna biru. Temuan tersebut sempat menjadi perhatian karena ditemukan di tengah operasi pencarian rombongan yang hilang sejak Senin (7/9/2026).
Kasubdit Patroli Airud Polda Banten AKBP Lis Handaya mengatakan saat pertama ditemukan, barang-barang tersebut belum dapat dipastikan berasal dari speedboat Arupadhatu I yang ditumpangi lima jurnalis dan tiga kru. Aparat kemudian berkoordinasi dengan pemilik kapal untuk melakukan identifikasi.
Dalam perkembangan selanjutnya, hasil pemeriksaan menyatakan barang-barang tersebut bukan perlengkapan Arupadhatu I. Dua life jacket yang ditemukan memiliki karakteristik berbeda dengan pelampung yang tersedia di kapal. Jeriken yang ditemukan juga memiliki perbedaan fisik dan disebut beraroma minyak sayur, sedangkan kapal menggunakan Pertamax.
Helm plastik merah yang ditemukan juga dinyatakan bukan milik kapal karena Arupadhatu I tidak menyediakan perlengkapan helm dengan karakteristik tersebut. Dengan demikian, temuan itu belum memberikan petunjuk mengenai keberadaan delapan orang yang masih dicari.
Rombongan diketahui berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka terdiri atas lima jurnalis, nakhoda, seorang anak buah kapal, dan seorang pemandu.
Pada hari kelima, operasi pencarian diperkuat dengan 14 kapal yang dibagi ke tujuh sektor. Helikopter juga dikerahkan untuk memperluas pemantauan dari udara. Memasuki hari keenam, Minggu (13/9/2026), Tim SAR kembali memperluas penyisiran di perairan Bakauheni, Tanjung Tua, Pulau Sebesi, Pulau Sangiang hingga sekitar Gunung Anak Krakatau.
Mari kita berharap lima jurnalis dan tiga kru yang masih hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat. Menurut Anda, apakah pencarian perlu diperluas lebih jauh mengikuti pergerakan arus laut di Selat Sunda?












