BANYUASIN- Lima tahun tanpa kabar, pencarian dua kakak-adik di Banyuasin akhirnya berujung pada temuan yang menggemparkan.
RM (18) dan AM (13) yang dilaporkan hilang sejak 27 Oktober 2021, ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di Kelurahan Keramat Raya, Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatra Selatan, Minggu (6/9/2026).
Yang membuat penemuan ini semakin menguak misteri, kerangka keduanya ditemukan tak jauh dari sepeda motor yang mereka gunakan saat pergi ke sekolah lima tahun silam.
Awalnya, warga yang sedang mencari kayu menemukan sisa-sisa jasad dan kendaraan tersebut. Warga kemudian melapor kepada ketua RT dan polisi.
Di sekitar lokasi, ditemukan pula seragam sekolah, dua tas berisi buku, dua pasang sepatu, serta sejumlah barang lain seperti kalung, gelang dan cincin. Dari barang-barang tersebut, identitas kedua korban akhirnya terungkap.
“Kedua korban yang merupakan kakak adik kandung hilang lima tahun lalu dan baru ditemukan kemarin bersama motor dan perlengkapan sekolah,” ungkap Kapolsek Talang Kelapa AKP Mukhlis.
Lima tahun sebelumnya, RM dan AM diketahui berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor. Namun, keduanya tak pernah kembali ke rumah. Keluarga sempat melakukan pencarian bersama warga hingga akhirnya melapor ke polisi.
“Sejak saat itu korban tak tahu keberadaannya, tidak ada petunjuk sama sekali. Dan ternyata kemarin kerangka keduanya ditemukan,” kata Mukhlis.
Polisi kemudian menduga keduanya menjadi korban pembunuhan. Penyidikan mengarah kepada dua orang, yakni RS (27) dan AD alias D (25).
RS ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di Kenten, Talang Kelapa. Dari pengakuan RS, polisi kemudian menangkap AD alias D di Sungai Sedapat.
Keduanya mengakui keterlibatan dalam pembunuhan kakak-adik tersebut.
“Dua pelaku kami tangkap setelah ditemukan penunjuk kuat di lapangan,” ujar Mukhlis.
Polisi masih mendalami motif serta peran masing-masing pelaku. Kasus ini disebut telah mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan berencana.
“Motifnya masih kami dalami. Tapi sudah dipastikan sudah masuk dalam tindak pidana pembunuhan berencana,” pungkas Mukhlis.












