Dua Oknum Pendeta Diduga Bangun Dualisme Kepemimpinan BKSK di Karimun

  • Bagikan
IMG 20220914 WA0113

Karimun. Beredarnya pemberitaan disalah satu media Online fakta nasional.id tertanggal 13 September 2022, dengan judul berita Badan Kerja Sama Kristen Resmi Terbentuk di Karimun, mengajak para pembaca untuk berbicara konteks Dualisme Kepemimpinan, dan pemberitaan tersebut menjadi bahan perbincangan umum (konsumsi publik) bagi warga Kabupaten Karimun khususnya dIkalangan umat Nasrani.

Dalam pemberitaan tersebut, Badan Kerja Sama Kristen (BKSK) yang terbentuk pada waktu yang tidak disebutkan, mempercayakan Pdt ST sebagai Ketua, dan Pdt AS sebagai sekretaris, yang notabenenya kedua pendeta tersebut merupakan mantan kandidat ketua disaat Sidang Raya diadakan pada selasa 09/09/2022. Namun, kedua oknum pendeta tersebut gagal meraih kepercayaan para anggota sidang, meskipun mereka mampu memaparkan visi dan misi dihadapan majelis sidang raya dengan tegas, lugas dan menjanjikan kemajuan terhadap BKSK, salah satu dari dua orang pendeta tersebut tetap tidak berhasil menempati posisi ketua terpilih hasil Sidang Raya.

Terkait kebenaran informasi terbentuknya BKSK yang diberitakan tersebut, awak media MMCNews.Id Karimun menghubungi Pdt AS via telepon genggamnya, Rabu 14/09 namun telepon genggamnya tidak diangkat, dan pesan Whatshapp yang dikirimkan, dibalas dengan jawaban sibuk.

Salah seorang pembaca berita (fakta nasional.id-red) berinisial Nn (36) mengatakan kepada MMC Karimun, rabu 14/09 mengaku sangat prihatin, dikarenakan BKSK ada dua versi di Kabupaten Karimun. Lebih lanjut Nn mengatakan bahwa sejarah BKSG Kabupaten Karimun telah dilahirkan kembali, di BKSK.

” Saya sangat prihatin, kenapa organisasi perhimpunan gereja-gereja dikarimun ini selalu dualisme kepemimpinan? Dari BKSG sampai beralih nama ke BKSK, dan yang paling sangat dipertanyakan, dua orang oknum pendeta tersebut, mengikuti Sidang Raya, dan maju sebagai kandidat ketua, namun tidak terpilih. Namun seketika itu seakan tidak lagi mengakui keabsahan Sidang Raya tersebut, malah membentuk BKSK yang kedua. Apa sih yang diperebutkan didalam jabatan ketua, sampai harus membentuk dualisme kepemimpinan? Ini jelas berpotensi membangun animo yang berkeliaran bagi para pembaca, terkhusus dari kalangan umat nasrani,”ujarnya.

” Mengingat baru diadakannya pelaksanaan Sidang Raya, Badan Kerja Sama Kristen Kabupaten Karimun pada selasa 09/09/2022 bertempat di salah satu gereja yang beralamat Jl Telaga Riau Kelurahan Sungai Lakam Barat Kabupaten Karimun.”imbuh dia.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang pengurus terpilih BKSK Versi Pdt IS yang enggan disebut namanya, mengatakan, saatnya para pendeta dan hamba Tuhan menjalin hubungan lebih intim kepada Tuhan.

“Saatnya para pendeta dan hamba tuhan membentuk hubungan yang lebih intim kepada tuhan, untuk dapat membentuk sikap yang bernuansa panutan atau barometer orang percaya, karena organisasi ini, beranggotakan para pendeta, persoalannya, mungkinkah pendeta dinasehati? Jika mungkin, siapa yang menasehati? Menurut saya, ini semua terjadi karena bargaining ego yang permanen sehingga menjadikan organisasi ini sama halnya dengan peristiwa disalah satu partai politik beberapa tahun lalu.” ungkapnya (Lamhot/MMC)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *